Keamanan

Bupati Sleman Sebut Ini Penyebab Terjadinya Kenakalan Remaja

POJOKJOGJA, Sleman – Maraknya kenakalan remaja yang terjadi di Yogyakarta mengundang keprihatinan bagi sejumlah pihak. Tak terkecuali pihak pemerintah.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan upaya pencegahan aksi kenakalam remaja yang kembali marak.

“Upaya yang kami lakukan baik melalui jajaran pendidikan maupun koordinasi bersama penegak hukum. Bahkan Dinas Pendidikan Sleman telah berkoordinasi dengan Polres Sleman akan adanya razia siswa sekolah,” kata SP sapaan akrabnya.

Ia memaparkan, penyebabnya sangat komplek dari berbagai sisi. Mulai dari lingkungan sekolah, lingkungan rumah termasuk orang tua hingga perkembangan teknologi informasi.

SP juga menyebut, dalam hal ini peran orang tua lah yang terpenting. Menurutnya, pendekatan yang kurang tepat dari orang tua kepada anak juga menjadi salah satu faktornya.

“Paling sering terjadi adalah pemenuhan kebutuhan materiil. Beberapa pola pikir orang tua masih menganggap kebutuhan materiil paling utama,” jelasnya.

SP menilai hal itu kurang tepat, sebab menurutnya anak tidak hanya butuh materiil saja. Orang tua sibuk mencari uang, tapi kualitas waktu bersama anak-anaknya malah kurang.

“Akhirnya sang anak kerap mencari pelarian di luar lingkungan rumah. Pada fase ini kerap terjadi penyimpangan. Anak merasa nyaman dengan lingkungan luar rumah,” ungkap SP.

Mirisnya, dalam beberapa kasus justru mengarah pada lingkungan negatif. Tidak jarang bertindak nakal hingga mengarah kriminal agar diterima kelompoknya.

Tak hanya itu, faktor lain yang menjadi penyebab kenakalan remaja menurut SP adala peran dari teknologi informasi. Di satu sisi internet bukanlah hal yang buruk.

Di sisi lain pemanfaatan yang tidak tepat bisa menjerumuskan. Contoh kecil mengakses informasi yang belum layak bagi seumuran remaja.

Bermain gawai untuk anak boleh saja, tetapi tetap ada porsinya. Orang tua kata SP, harus terus mendampingi agar pemanfaatan gawai tidak menyimpang. Terpenting adalah kualitas kasih sayang dan perhatian kepada anak.

(dien)