Pojok Jogja

BPBD DIY Sebut Dua Daerah Darurat Kekeringan

POJOKJOGJA – Sejak memasuki September, kekeringan mulai melanda sebagian wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY menyatakan saat ini ada dua wilayah di DIY dalam status darurat kekeringan.

Kepala BPBD DI Yogyakarta Krido Suprayitno mengatakan, kedua wilayah tersebut adalah Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo. Keduanya diprediksi akan mengalami darurat kekeringan hingga akhir November.

“Satus kesiapsiagaan darurat kekeringan sebenarnya sudah berlaku sejak 28 Agustus lalu. Kesiapsiagaan darurat kekeringan untuk Gunungkidul akan berlaku sampai 30 November sedangkan Kulon Progo hingga 31 Oktober,” ungkap Krido.

BPBD Yogyakarta mencatat sebanyak 44 desa dan 11 kecamatan di Gunungkidul yang saat ini membutuhkan bantuan air bersih. Sementara untuk wilayah Kulonprogo ada 10 desa di empat kecamatan dengan kondisi yang sama.

“Satus darurat kekeringa. Gunungkidul lebih lama dibanding Kulonprogo karena lebih banyak wilayah yang harus dijangkau dan kondisi geografis yang lebih sulit,” jelasnya.

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Gunungkidul akan terjadi pada akhir November, dan awal November untuk Kulonprogo.

Di 2017 ini sedikitnya DIY menyediakan anggaran sebesar Rp600 juta untuk 1.000 tangki didistribusikan ke kedua kabupaten itu. Kondisi kekeringan tahun ini kata Krido lebih panjang di banding tahun sebelumya.

“Kami mengajukan tambahan anggaran senilai Rp600 juta sampai Rp1 miliar,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Logistik dan Kedaruratan BPBD Gunungkidul Sutaryono meminta kepada Bupati untuk meningkatkan status delapan kecamatan menjadi siaga darurat kekeringan.

Ia menyebutkan, kondisi delapan dari 11 kecamatan di lapangan yang masuk kesiapsiagaan lebih membahayakan dibanding perkiraaan kami.

“Delapan kecamatan yang dinyatakan darurat yaitu Rongkop, Paliyan, Panggang, Girisubo, Purwosari, Tepus, Tanjungsari dan Nglipar. Tiga kecamatan lainnya yaitu ┬áPatuk, Ponjong, dan Ngawen,” urai Sutaryono.

Kedelapan kecamatan itu kata dia, memilih melakukan distribusi air bersih secara mandiri. Dengan peningkatan status yang disahkan bupati, harapannya Gunungkidul akan mendapat prioritas bantuan dari BPBD DI Yogyakarta.

Sejak medio Agustus, BPBD Gunungkidul telah menyalurkan 1.500 bantuan tangki air bersih yang menyasar 137.000 warga di delapan kecamatan.

(dien)

Baca Juga