Pojok Lesehan

Bernostalgia Jajanan Zaman Dulu di Mbokjajan Yogyakarta

POJOKJOGJA – Hadir seperti mesin waktu yang membawa kembali ke masa lampau. Mengingatkan ke masa ke dahulu.

Mulai dari permainan, makanan, hingga perabotan zaman dulu bisa ditemukan di tempat ini. Mbokjajan, begitulah nama toko yang didesain lebih mirip sebuah rumah tempo dulu.

Siapa yang tidak suka bermain hame bot, camilan mie Krip-krip, kerupuk Anakmas, permen White Rabbit, dan beragam jajanan zaman dulu lainnya.

Selain game bot ada juga game tamagoci yang pernah menjadi permainan anak lelaki paling hits di tahun 90-an.

Toko ini mulai ada sejak 2014, tiga tahun hadir mengajak masyarakat bernostalgia. Mbokjajan kini juga telah menjadi destinasi wisata baru di Yogyakarta.

Dari tangan dan buah pikiran Dwinda Aneswari Trisnaningtyas, Mbokjajan mampu membuat siapa saja yang berkunjung ke tempat ini ingin kembali ke masa kecil dahulu.

Berawal dari keisengan belaka, toko dengan jajanan dan mainan tempo dulu milik Dwinda ini akhirnya semakin ramai dikunjungi.

“Dulunya saya adalah pekerja kantoran, sering beli jajanan zaman dulu untuk dimakan di kantor. Di situlah saya mulai muncul ide untuk membuka toko jajanan makanan jadul ketika banyak teman yang minta juga jajanan saya,” kisah Dwinda, beberapa waktu lalu.

Perempuan berusia 28 tahun ini akhirnya mulai membuat kerja sama langsung dengan pabrik-pabrik yang masih memproduksi makanan jadul itu.

Begitu juga untuk mainan, maupun perabot. Dwinda mengaku sudah melakukan kerja sama dengan pengrajinnya.

Ia menjelaskan, kepada para masyarakat untuk tak khawatir mengonsumsi seluruh jenis makanan jadul yang ada di Mbokjajan. Sebab semuanya adalah makanan yang baru diproduksi pabrik.

“Jadi jangan khawatir buat dimakan, dan untuk mainan-mainan handmade kita kerjasama dengan pengrajin yang ada,” ungkapnya.

Usaha yang dirintis Dwinda ini juga telah mendapat izin resmi dari Dinas Perizinan Kota Yogyakarta. Hal itu terlihat dari tiga jenis surat izin yang dipajang sang pemilik di salah satu bagian dinding toko Mbokjajan.

Untuk mendapatkan jajanan yang sudah terbilang langka ini, di Mbokjajan ditawarkan dengan harga yang cukup terjangkau.

Dibanderol mulai Rp1.000 untuk permen atau snack dan yang paling mahal seharga Rp75.000 yaitu mainan monopoli.

“Tak jarang para pengunjung yang datang juga menyempatkan diri mengaburkan gambarnya. Di halaman kami juga ada dua gazebo dengan konsep kuno,” jelas Dwinda.

Pengunjung yang datang kata dia, bahkan tidak hanya dari dalam kota Yogyakarta dan sekitarnya, tetapi juga pari wisatawan nusantara

“Dengan memanfaatkan teknologi kami melakukan promosi di akun sosial media. Paling banyak melalui instagram @mbokjajan,” ujar Dinda.

Salah satu pengunjung Debby Nurfajri mengatakan, sangat senang bisa berkunjung ke Mbokjajan. Menurutnya beberapa jajanan yang ada di Mbok Jajan sudah sangat sulit didapatkan.

“Seperti Mie Gemez, Krip-krip, cokelat payung, permen white rabbit, dan manisan koin ini. Saya hampir tidak pernah menemukan jajanan ini,” kata dia.

Pengunjung asal Makassar ini mengaku sedang berlibur di Yogyakarta dan sebenarnya telah mendapat informasi tentang keberadaan toko yang menyediakan jajanan jadul.

“Rugi rasanya kalau sudah ada di Yogya terus tidak ke sini. Di sini juga banyak mainan jadul, perabotan. Sekarang lihatnya lucu, soalnya udah langka kan” kata perempuan berusia 25 tahun ini.

Bagi Anda yang masih penasaran, tidak ada salahnya mengunjungi toko Mbokjajan di Jalan Ireda nomor 181, Prawirodirjan Jogja. Mbokjajan buka setiap hari mulai pukul 09.00-21.00 WIB.

(nis)

Baca Juga