Nasional

Belajar Menjaga Toleransi dari Filosofi Salat Menurut Ustaz Somad

POJOKJOGJA – Salah satu ustaz kondang Indonesia kembali mengajak masyarakat untuk terus melawan intoleransi. Adalah Ustaz Abdul Somad yang menyampaikan hal terabeut dalam pengajiannya di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta.

Kehadiran Ustaz Abdul Somad di Masjid Jogokariyan merupakan serangkaian pengajiannya di enam tempat di Yogyakarta. Kali ini, ustaz kondang ini membawakan dakwah dengan tema “Muslim Bersatu Lawan Intoleransi”.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Abdul Somad mengatakan, di dunia ini tidak ada satu ajaran pun yang meminta kita membenci yang tidak seiman.

“Tidak perlu ada benci ketika itu hanya beda akidah. Kita tetap satu saudara satu bangsa karena kita kawan satu Tanah Air Indonesia,” kata ustaz yang akrab disapa Ustaz Somad ini, Jumat, 23 Februari 2018.

Utamanya lanjut Ustaz Somad bagi para pemuda. Pemuda sebagai generasi penerus sepatutnya mampu untuk terus menjaga tali silaturahim. Menurutnya, tali silaturahim itu ibarat kerapian dan kerapatan shaf dalam sholat.

“Kita harus belajar dari filosofi salat. Ketika berjamaah kita ditunt untuk meluruskan shaf agar tak dimasuki setan di antara satu shaf dengan yang lainnya,” ungkapnya.

Jika shaf dirapatkan, maka tidak ada celah bagi setan untuk masuk dan menganggu kekhusyukan salat seseorang. Begitu pula yang terjadi ketika seluruh umat merapatkan tali persaudaraannya.

Setan yang diibaratkan musuh kata Ustaz Somad tidak akan masuk ke dalam celah di antara umat. Tidak akan ada yang bisa mengusik kebersamaan dengan kekuatan dalam ikatan persaudaraan yang kuat.

“Agar masyarakat Jogja tetap bersatu tak mudah terpengaruh paham radikal. Mari kita bersama-sama mengeratkan tali persaudaraan kita,” jelas Ustaz Somad.

Ustaz Somad dengan merapatkan barisan dan bersatu, maka tidak akan ada hubungan yang tercerai berai sesama umat manusia.

(dien)