Pojok Jogja

Banjir dan Tanah Longsor Masih Berpotensi Terjadi di DIY

POJOKJOGJA – Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diminta untuk tetap waspada akan bencana banjir dan tanah longsor. Sebab berdasarkan predikisi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru akan terjadi pada Januari-Februari.

“Berdasarkan prakiraan cuaca, bulan ini dan bulan depan, hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi,” kata Kepala BMKG DIY Dwikorita Karnawati saat mendampingi Gubernur DIY mengunjungi korban bencana di Kulonprogo, Sabtu, 2 Desember 2017.

Ia mengungkapkan, sejak beberapa hari lalu pihaknya juga telah memberikan peringatan dini untuk sejumlah wilayah. Terlebih setelah adanya penemuan bibit-bibit siklon yang ada di Samudera Hindia, yang berdampak di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali pada 25-26 November lalu.

“Bibit siklon cempaka yang mengakibatkan hujan ekstrem yang menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor. Hal ini sudah terjadi,” katanya.

Olehnya itu, Dwikorta menyatakan, peringatan Dini yang telah disampaikan menjadi kesiapsiagaan masyarakat untuk menghadapi segala potensi bencana yang akan terjadi.

“Kami juga memohon maaf, kondisi satu minggu terakhir ini bukan merupakan puncak musim hujan, sebab berdasarkan data satelit dan radar BMKG yang tersebar di seluruh Indonesia, khususnya BMKG Yogyakarta, puncak musim hujan baru akan terjadi pada Januari-Februari,” jelasnya.

Menurut Dwikorta, yang terpenting saar menghadapi kondisi seperti prakiraan adalah kesiapsiagaan semua pihak, baik masyarakat, pemkab, pemda, maupun petugas di lapangan.

“Yang penting siap siaga untuk persoalan banjir, longsor dan angin ribut. Di Samudera Hindia, gelombang tinggi bisa mencapai empat hingga enam meter. Kita jangan panik menghadapinya,” katanya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat untuk selalu sigap saat menghadapi potensi ancaman bencana.

“Misalnya saja masyarakat di kawasan lereng Merapi, Sleman, mereka selalu siap siaga. Gunung Merapi, setiap empat tahun sekali pasti meletus. Masyarakat sudah siap bila terjadi letusan,” kata Sultan.

Sultan juga mengunngkapkan, warga Sleman menyimpan surat berharga, perhiasan dan sertifikat tanah satu tempat yang mudah dijangkau.

Sehingga lanjut dia, sewaktu-waktu gunung Merapi meletus, bisa dengan mudah menjangkaunya. Kewaspadaan seperti itulah yang diharapkan Sultan untuk dicontoh oleh warga Kulonprogo.

(nis)

Baca Juga