Belanja

Awal Tahun Harga Beras di Yogyakarta Naik, Ini Penyebabnya

POJOKJOGJA – Kenaikan harga beras terjadi sejak memasuki tahun 2018. Padahal sebelumnya Bulog Divre Daerah Istimewa Yogyakarta mengakui stok beras masih mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.

Selain itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta juga telah melakukan upaya stabilisasi dengan menggelar operasi pasar.

Dari operasi pasar yang dilakukan beberapa waktu lalu, masih ditemukan kenaikan harga beras di sejumlah pasar di Kota Yogyakarta.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Yogyakarta Sri Harnani mengatakan, pengakuan dari pedagang beras, harga tinggi diterimanya sudah sejak dari tengkulak.

“Dari hasil pantauan di pasar, kenaikan harga beras terjadi pada beras jenis premium seperti C4. Kenaikan beras itu berkisar Rp 1.000 hingga  Rp 2.000 per kilogram. Sedangkan beras jenis IR 1 dan IR 2 harganya cukup stabil sekitar Rp 11.000 per kilogram,” paparnya.

Nanik sapaannya, menyatakan, dari hasil koordinasi dengan Perum Bulog diketahui stok beras di DIY masih mencukupi. Bahkan minggu lalu, bersama Bulog juga sudah melakukan operasi pasar.

“Tapi dalam waktu dekat ini, kami belum bisa memastikan apakah operasi pasar akan dilakukan kembali,” katanya.

Ia memperkirakan kenaikan harga beras awal tahun 2018 terjadi karena faktor cuaca yang memasuki musim hujan dan belum memasuki masa panen.

Saat ini kebutuhan beras di Kota Yogyakarta kata dia, dipasok dari Kabupaten Bantul, Kulon Progo serta Klaten dan Sukoharjo, Jawa Tengah.

“Biasanya setiap akhir tahun ke awal tahun berikutnya ada kecenderungan harga beras naik karena belum panen. Tapi sebentar lagi mulai panen,” jelas Nanik.

Sebelumnya, Kepala Perum Bulog Divre DIY Miftahul Ulum mengatakan, stok beras di DIY pada Desember 2017 lalu mencapai 7.000 ton untuk kebutuhan beras subsidi. Jumlah tersebut diyakini cukup hingga dua bulan ke depan.

(dien)

Baca Juga