Pojok Lesehan

Apa yang Membuat Jogja Istimewa?

POJOKJOGJA – Yogyakarta merupakan Daerah Istimewa setingkat provinsi di Indonesia. Jogja merupakan peleburan negara Kesultanan Yogyakarta dan negara Kadipaten Paku Alaman. Daerah istimewa Yogyakarta dikenal di tingkat nasional maupun internasional sebagai tujuan wisata favorit kedua setelah pulau Bali.

Yogyakarta juga beberapa kali mengalami bencana alam besar, di antaranya bencana gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2006, erupsi Gunung Merapi selama Oktober-November 2010, serta erupsi Gunung Kelud, Jawa Timur pada tanggal 13 Februari 2014.

Lalu apa yang membuat Jogja istimewa? Dilansir dari berbagai sumber, berikut alasan mengapa Yogyakarta menjadi daerah istimewa.

Kebudayaan sistem kerajaan

Yogyakarta memiliki sistem pemerintahan berbentuk kerajaan bahkan jauh sebelum bergabung dengan negara kesatuan Republik Indonesia. Kebudayaan sistem pemerintahan kerajaannya pun masih melekat pada masyarakat ataupun aparat di pemerintahan Jogja yang patuh dan mengikuti semua peraturan yang di keluarkan oleh raja. Keistimewaan Yogyakarta merupakan mahar atas bergabungnya Ngayogyakarto ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Amanat 5 September

Amanat Sri Sultan disebut sebagai Amanat 5 September sebagai bentuk dukungan Kerajaan Ngayogyakarto Hadiningrat terhadap NKRI. Kerajaan Yogyakarta bisa saja melepaskan diri dari NKRI, namun Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII memberikan dukungan terhadap NKRI dan dalam sebuah amanat yang ditandatangani Sri Sultan bersama Paku Alam menyatakan “Bahwa Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat jang bersifat keradjaan adalah daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia. Bahwa kami sebagai Kepala Daerah memegang segala kekuasaan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubung dengan keadaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Negeri Ngajogjakarta Hadiningrat mulai saat ini berada di tangan kami dan kekuasaan-kekuasaan lainnja kamipegang seluruhnya.”

Payung hukum yang dikeluarkan Soekarno

Keistimewaan Yogyakarta juga di dukung oleh founding father terutama Soekarno dengan payung hukum piagam penetapan. Payung hukum ini dikeluarkan oleh Soekarno yang duduk di BPUPKI dan PPKI pada 19 Agustus 1945. Piagam penetapan ini kemudian diserahkan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII pada 6 September 1945. Adapun isi piagam penetapan itu adalah, “Piagam Kedudukan Sri Paduka Ingkeng Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono IX, Kami Presiden Republik Indonesia, menetapkan:

Ingkeng Sinuwun Kangjeng Sultan Hamengku Buwono, Senopati Ing Ngalogo, Abdurrahman Sayidin Panotogomo, Kalifatullah Ingkang Kaping IX Ing Ngayogyakarta Hadiningrat, pada kedudukannya, Dengan kepercayaan bahwa Sri Paduka Kangjeng Sultan akan mencurahkan segala pikiran, tenaga, jiwa dan raga, untuk keselamatan Daerah Yogyakarta sebagai bagian daripada Republik Indonesia.

Keistimewaan Yogyakarta karena sejarahnya

Terkait dengan perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia sesuai UUD 1945, Pasal 18 & Penjelasannya yang menjamin hak asal-usul suatu daerah sebagai daerah swa-praja (zelfbestuurende landschaappen).

Putusan Mahkamah tentang UU no 32 tahun 2004, yang menyebut Yogyakarta sebagai salah satu daerah istimewa yang dimiliki Indonesia. “Yogyakarta menjadi daerah istimewa karena faktor sejarah”.

(ika)

Baca Juga