Pojok Jogja

Aksi Buka Payung, Simbol Stop Kekerasan Pada Anak

POJOKJOGJA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Puncak peringatan Hari Anak Nasional 2017. Acara yang dipusatkan di Plaza Serangan Oemoem 1 Maret ini diikuti sekitar 1000 anak di Yogyakarta.

Koordinator Acara Peringatan Hari Anak Nasional DIY, Martanti Endah Lestari mengatakan, di tahun ini peringatan Hari Anak Nasional digelar dengan konsep yang lebih berbeda. Dengan konsep yang digelar secara terbuka, perhelatan ini diharap mampu menjadi ajang sosialisasi untuk gerakan stop kekerasan pada anak.

“Sesuai tema yang kami angkat tahun ini yaitu “Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga”, kami ingin masyarakat ikut peduli untuk menggalakakkan gerakan perlindungan terhadap anak,” kata Tata sapaan akrabnya di sela-sela Puncak Peringatan Hari Anak Nasional DIY, Kamis, 3 Agustus 2017.

Turut hadir pada acara ini Wakil Gubernur DIY Kanjeng Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, Kanjeng Ratu Hemas X, dan sejumlah stakeholder terkait. Tata menjelaskan, pada acara ini dilakukan pula deklarasi Bersama Lindungi Anak #Berlian. Di mana deklarasi tersebut dilakukan secara simbolis dengan membuka payung secaratm serentak.

“Payung itu sebagai simbol perlindungan untuk anak. Kami berharap seluruh kalangan masyarakat bisa berempati dengan dan tidak menutup mata dengan maraknya kasus kekerasan yang terjadi pada anak,” terang Tata yang juga merupakan Koordinator Bidang Reintegrasi Sosial dan Pemulangan Korban di Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Korban Kekerasan (PPT PAK) Rekso Dyah Utami DIY.

Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli lalu menjadi momentum yang tepat untuk mensosialisasikan kampanye stop kekerasan terhadap anak. Terlebih kata Tata, di DIY selama lima tahun terakhir terjadi peningkatan kasus kekerasan pada anak yang cukup signifikan.

“Ini yang harus kita waspadai, kami pun akan tetap melakukan pendampingan. Tapi untuk beberapa kasus ada yang bisa kami ekspos dan ada juga yang tidak,” ujarnya. Ia berharap seluruh stakeholder terkait bisa ikut terlibat aktif untuk menyukseskan kampanye Stop kekerasan pada anak ini.

(dien)

Baca Juga