Nasional

600 Peserta Ikuti Rembuk Integritas Nasional Kemenkeu di Yogyakarta

POJOKJOGJA – Yogyakarta dipilih menjadi tuan rumah digelarnya Rembuk Integritas Nasional (RIN) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. RIN 2017 kali ini diikuti 600 peserta dari kementerian, lembaga, maupun dari seluruh wilayah di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Inspektur Jenderal Kemenkeu Sumiyati pada acara pembukaan yang berlangsung di di Royal Ambarrukmo, Selasa, 5 Desember 2017. Sumiyati mengatakan, Kemenkeu telah mendat oleh Presiden RI menjadi leading sector dalam hal integritas.

“Integritas itulah yang diimplementasikan dalam bentuk rembuk integritas nasional. Budaya integritas nasional dimulai dengan mengadakan forum integritas nasional ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, melalui RIN 2017 ini diharap bisa mendorong terwujudnya budaya intergritas secara nasiona, dengan menjunjung nilai-nilai sentral dalam kehidupan, sehingga pejabat publik memiliki satu kesatuan intergritas.

Sumiyati juga menyatakan, pejabat publik harus memiliki intergritas dari mulai apa yang dipikirkan, katakan dan perbuatan, yaitu untuk mengabdi bagi kepentingan rakyat, kepentingan bangsa.

“Kami akan fokus pada pembangunan desa dengan mengembangkan potensi desa. Melalui pengoptimalan dana desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan menggerakkan ekonomi desa,” jelasnya.

Dengan begitu lanjut Sumiyati ketimpangan ekonomi bisa terurai serta kemiskinan bisa dientaskan. Di Yogyakarta sendiri kata dia, salah satunya Kampung Mataraman, Panggungharjo yang akan jadi percontohan.

Menurutnya, Desa Panggungharjo mengelola dan mengembangkan BUMDes-nya menjadi sebuah kawasan pariwisata yang diberi nama Kampung Mataraman.

“Kampung itu pun berhasil menjadi motor penggerak perekonomian warga. Tahun lalu, Desa Panggungharjo mendapat Juara I Lomba Desa Tingkat Nasional,”, terangnya.

Ia berharap, desa-desa lain baik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIay) maupun derah lain bisa terinspirasi dari pengelolaan dan pengembangan desa dengan mengangkat potensinya masing-masing.

Di DIY kata dia, sudah mulai banyak model pengelolaan dana keuangan desa untuk memperbaiki kualitas hidup salah satunya Kampung Mataraman, dan itu bisa menjadi contoh bagi daerah lainnya.

(dien)

Baca Juga