Hukum

33 Kasus Aduan Pungli di DIY, 2 Sektor Ini Mendominasi

POJOKJOGJA – Sejak Oktober 2016 Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima 33 aduan kasus pungutan liar (pungli).

Kombes Pol Budi Yuwono, Ketua UPP DIY mengatakan, angka tersebut belum termasuk operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim saber pungli DIY, ya itu sebanyak tujuh kali.

“Di DIY ada dua sektor paling mendominasi kasus pungli yang terjadi di DIY. Keduanya itu di sektor pendidikan dan pertanahan,” katanya, akhir pekan lalu.

Budi menjelaskan, laporan pungli di bidang pendidikan kebanyakan melibatkan komite sekolah. Penyebabnya kata dia, karena adanya miskomunikasi antara sekolah, komite sekolah, dan wali murid.

Ia mengatakan, karena kejadian itu bukan OTT, maka penyelesaian diserahkan kepada inspektorat. Begitu pula dengan kasus pertanahan yang melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau Prona yang berkaitan dengan kepala desa.

“Laporan kasus pertanahan berasal dari Gunungkidul, Bantul, dan Sleman, sedangkan laporan pungutan liar pendidikan dari Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta,” paparnya.

Selain itu, Budi juga menyebutkan, pihaknya sudah menindak sejumlah kasus parkir liar yang termasuk dalam tindak pidana ringan (tipiring) serta OTT di imigrasi, tempat pemungutan retribusi (TPR), dinas perhubungan, dan sebagainya.

“Sementara di internal kepolisian, saber pungli juga sudah menindak oknum bintara Polres Sleman yang melakukan pungutan liar SIM,” jelas Budi.

(nis)