Pojok Jogja

300 Hektare Ladang Cabai Hilang Dampak Pembangunan Bandara Kulonprogo

POJOKJOGJA, Kulonprogo – Pembangunan Bandara Kulonprogo memberikan banyak dampak untuk berbagai pihak. Kali ini bagi lahan tanam cabai.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mencatat ada sekitar 300 hektare lahan cabai yabg hilang akibat pembangunan Bandara Kulon Progo atau New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA).

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo Eko Purwanto mengungkapkan, lahan seluas 300 hektare itu dengan potensi produksi sekitar 2.700 ton per tahun.

“Letaknya itu di Kecamatan Temon, ya hilang karena digunakan untuk pembangunan NYIA,” katanya, Kamis 9 November 2017.

Ia menambahkan, secara keseluruhan produksi cabai di Kulon Progo mencapai 19 ribu ton per tahun, 20 persennya disumbang dari wilayah Kecamatan Temon.

Eko juga menjelaskan, di Kecamatan Temon, luas lahan pertanian yang alih fungsi lahan yaitu seluas 800 hektare, 300 hektare merupakan lahan hortikultura dengan komoditas cabai.

Poduktivitas tanaman cabai di Kecamatan Temon lanjut dia, mencapai 9 ton per hektare. Hal itu berarti, dengan luas lahan hortikultura seluas 300 haktare, dan produktivitas produksi sembilan ton per hektare, maka Kulonprogo kehilangan produksi cabai sekitar 2.700 ton per tahun.

“Kami tidak bisa berbuat banyak atas kehilangan potensi produksi cabai setiap tahun, karena Bandara merupakan program nasional, dan untuk kepentingan umum,” jelasnya.

Solusi satu-satunya menurut Eko yaitu mencari lokasi lain dengan pemanfaatkan lahan marginal untuk penanaman bibit cabai.

(nis)

Baca Juga