Pojok Jogja

3 Strategi BBPOM DIY Lindungi Masyarakat dari Penyalahgunaan Obat

POJOKJOGJA – Guna melindungi masyarakat dari penyalahgunaan obat, Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY memiliki strategi khusus untuk menanggulanginya.

Hal itu terntu berkaitan dengan maraknya peredaran obat yang banyak disalahgunakan bahkan mengakibatkan korban berjatuhan. Olehnya itu demi BBPOM merasa perlu untuk menjalankan ketiga strategi tersebut.

“Ketiga strategi pencegahan itu meliputi penguatan regulasi, pelaksanaan komunikasi, informasi dan
edukasi atau disebut dengan KIE,” kata Kepala Kepala BBPOM DIY I Gusti
Ayu Adhi Aryapatni, Kamis, 5 Oktober 2017.

Hal itu lanjutnya dilakukan dalam rangka mendukung Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat. Selain itu kata I Gusti Ayu, pemberdayaan masyarakat juga perlu dilakukan.

Pihaknya juga akan meningkatkan koordinasi lintas sektor demi melindungi masyarakat dari penyalahgunaan obat.

Ia menjelaskan, untuk strategi pengawasan meliputi penguatan kerja lintas sektor, penguatan manajemen, dan utilitasi database.

“Ada juga intensifikasi pengawasan berbasis risiko dan penguatan implementasi regulasi pengawasan,” ungkapnya.

I Gusti Ayu menyatakan, BBPOM selama ini sudah melakukan pengawasan yang melibatkan dinas kesehatan kabupaten dan kota. Jadi tak hanya dengan pihak epolisian dan Badan Narkotika Nasional di tingkat daerah.

Pengawasan itu kata dia, dilaksanakan seiring dengan maraknya peredaran PCC
(Paracetamol, Carisoprodol dan Cafein) di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Meski tak ada penemuan obat terlarang itu, pihaknya tetap berharap pengawasan bisa terus ditingkatkan.

“Mudah-mudahan data ini valid karena kami hanya melakukan pengawasan di sarana yang resmi,” ujarnya.

Sementara itu, untuk trategi penindakan telah difokuskan pada tahap importasi, produksi dan distribusi obat melalui tiga pendekatan.

Tiga pendekatan yaitu pemetaan kasus, potensi rawan kasus, dan penyusunan pedoman kerja.

“BBPOM DIY sedang menggodok pembentukkan Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Obat Ilegal. Penyalahgunaan obat di Indonesia semakin menjadi tren di kalangan remaja dan masyarakat usia produktif,” ungkap I Gusti Ayu.

Ia menjelaskan, penyalahgunaan obat memiliki efek yang menyerupai narkoba dan psikotropika sehingga harus diawasi.

(dien)

Baca Juga